Program Studi Teknologi Pangan, FST UT Menggelar Workshop Lanjutan mengenai Pengembangan dan Evaluasi Kurikulum Baru berbasis Luaran atau Outcome Based Education (OBE)
Program Studi Teknologi Pangan, FST UT menggelar workshop lanjutan mengenai evaluasi dalam pengembangan kurikulum baru pendidikan berbasis luaran (Outcome Based Education/OBE) pada hari Sabtu, 19 November 2022 yang dilaksanakan secara virtual melalui akun Zoom Meeting. Kegiatan workshop ini mengundang pakar praktisi di industri pangan yaitu Bapak Fahmi Nasrullah, S.T.P. Bapak Fahmi merupakan alumni Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang telah memiliki pengalaman bekerja di industri pangan sebagai Quality Assurance (QA) selama lebih dari 10 tahun, sehingga diharapkan dapat mengevaluasi dengan memberikan banyak masukan dan saran terhadap rancangan reanalisis kurikulum baru di Prodi Teknologi Pangan, FST UT. Kegiatan workshop kurikulum ini dihadiri oleh para dosen di Prodi Teknologi Pangan, FST UT.
Kurikulum merupakan induk dari suatu proses pembelajaran, sehingga perlu disusun dan disiapkan dengan baik, maka insya Allah dapat menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki kompetensi yang baik, sehingga dapat diserap oleh dunia kerja dalam hal ini adalah Dunia Usaha Dan Dunia Industri (DUDI). Dengan demikian, Prodi Teknologi Pangan menyusun kurikulum baru berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Pendidikan Abad 21 dengan Outcome-Based Education (OBE), mengantisipasi revolusi industri 4.0 dan menyambut society 5.0, serta menyesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi pangan di industri yang begitu cepat. Dalam penyusunan rancangan kurikulum baru, Prodi Teknologi Pangan FST UT tentunya sangat memerlukan banyak masukan dan saran baik dari Pakar Asosiasi Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), sehingga rancangan kurikulum Prodi Teknologi Pangan FST UT dapat disusun dengan baik yang menghasilkan profil lulusan yang berkualitas.
Kegiatan workshop lanjutan mengenai evaluasi pengembangan kurikulum Prodi Teknologi Pangan, FST UT ini dibuka oleh Ibu Rina Rismaya, S.T.P, M.Si selaku moderator, dilanjutkan dengan pemberian sambutan serta pengantar mengenai penjelasan rancangan kurikulum baru oleh Ibu Athiefah Fauziyyah, S.T.P., M.Si (Ketua Program Studi Teknologi Pangan, FST UT), kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Fahmi Nasrullah, S.T.P. Dalam pemaparannya, Bapak Fahmi menyampaikan beberapa profesi lulusan teknologi pangan di industri pangan beserta kompetensi minimum yang harus dimiliki yang mencakup hardskill dan softskill. Dari hasil kegiatan diskusi dalam workshop ini, terdapat banyak masukan dari Bapak Fahmi, diantaranya adalah mengenai penyelenggaraan praktikum perlu memperkenalkan alat-alat tes cepat (rapid test) yang digunakan di industri pangan seperti alat moisture meter untuk mengukur kadar air secara cepat, namun tetap perlu memberikan pengetahuan prinsip dasar analisis melalui praktikum di laboratorium seperti metode gravimetri dengan menggunakan oven untuk mengukur kadar air secara konvensional. Masukan lainnya mengenai penyelenggaraan praktikum biokimia, dimana kompetensinya hampir tidak digunakan di industri pangan, namun mungkin saja digunakan untuk industri pangan fungsional yang memerlukan klaim kesehatan, dan industri obat/farmasi. Selain itu, masukan mengenai kompetensi yang tidak diperoleh oleh mahasiswa selama kuliah dapat diberikan melalui pelatihan kompetensi bersertifikasi atau melalui kelas praktisi industri pangan mengajar.
Alhamudlillah, kegiatan workshop evaluasi dalam pengembangan kurikulum Prodi Teknologi Pangan, FST-UT dapat terselenggara dengan sangat baik. Berdasarkan hasil penelaahan Bapak Fahmi, rancangan reanalisis kurikulum yang telah disusun oleh Prodi Teknologi Pangan secara keseluruhan sudah sangat baik.
Penulis: Rina Rismaya




