Kegiatan Studi Banding (Benchmarking) Kurikulum Program Studi Teknologi Pangan Universitas Terbuka (UT) ke Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro (UNDIP)
Pada hari Selasa, 12 Desember 2023, Program Studi Teknologi Pangan Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan studi banding (benchmarking) kurikulum ke Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro (UNDIP). Program Studi Teknologi Pangan UNDIP dikenal dengan pendekatan kurikulum yang inovatif dan komprehensif, yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia industri dan masyarakat. UNDIP telah berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang unggul di bidang teknologi pangan, serta berdaya saing global. Fokus utama program studi ini mencakup pengembangan kualitas pangan, kontrol kualitas, riset dan pengembangan (R&D), serta memberikan layanan sebagai konsultan industri pangan.
Perwakilan yang hadir dari Program Studi Teknologi Pangan Universitas Terbuka (UT) dalam kegiatan studi banding ini antara lain Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UT), Athiefah Fauziyyah (Ketua Program Studi Teknologi Pangan UT), serta beberapa dosen dan tenaga pengajar lainnya, yaitu Eko Yuliastuti Endah Sulistyawati, Ariyanti Hartari, dan Rina Rismaya. Mereka hadir untuk mendalami berbagai aspek pengelolaan kurikulum yang diterapkan di Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro (UNDIP). Kedatangan tim dari Program Studi Teknologi Pangan UT disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan dan staf pengajar dari Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyono, M.S., M.Agr., IPU. (Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP), Bambang Dwiloka, Sri Mulyani, Bhakti Etza Setiani, Siti Susanti, dan Yoga Pratama, yang semuanya merupakan dosen Program Studi Teknologi Pangan UNDIP. Kehadiran mereka menandai dimulainya diskusi yang konstruktif tentang pengembangan kurikulum yang dapat mendukung kemajuan pendidikan di bidang teknologi pangan.
Kegiatan benchmarking kurikulum ini berjalan dengan lancar dan sangat produktif. Dalam diskusi ini, Program Studi Teknologi Pangan UNDIP berbagi pengalaman dalam merancang dan mengembangkan kurikulum yang dapat menjawab kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi pangan. Salah satu fokus utama adalah bagaimana mengintegrasikan pendekatan berbasis kompetensi dalam kurikulum untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dan siap pakai.
Program Studi Teknologi Pangan UNDIP, yang telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan dan penelitian unggul di bidang teknologi pangan, menekankan pentingnya pembaruan kurikulum yang berorientasi pada kualitas pangan, kontrol kualitas, serta kemampuan untuk mendukung riset dan pengembangan (R&D). Hal ini memungkinkan para mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia industri pangan, baik sebagai praktisi, peneliti, maupun konsultan industri pangan. Selain itu, diskusi juga membahas penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di UNDIP, yang bertujuan untuk memastikan setiap program pembelajaran memiliki tujuan yang jelas dan terukur, serta dapat memfasilitasi proses evaluasi yang efektif. Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi Program Studi Teknologi Pangan UT dalam upaya memperbaharui dan menyesuaikan kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Selain membahas struktur kurikulum, Program Studi Teknologi Pangan UNDIP juga membagikan pengalaman terkait pengelolaan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Pembahasan ini sangat penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi dalam bidang pangan yang harus tercermin dalam materi ajar dan metode pembelajaran yang digunakan. Pada kesempatan tersebut, Program Studi Teknologi Pangan UNDIP juga menjelaskan penerapan teknologi dalam pengajaran, seperti penggunaan platform digital untuk pembelajaran jarak jauh, integrasi laboratorium virtual, serta pengembangan modul-modul pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai lokasi. Hal ini sejalan dengan visi UNDIP untuk menjadi pusat riset dan pengembangan di bidang pangan yang berdaya saing di tingkat global.
Dalam sambutannya, Bapak Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP mengungkapkan harapannya agar kegiatan studi banding ini tidak hanya terbatas pada diskusi kurikulum, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan kedua program studi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknologi pangan. Ibu Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UT juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterima dari Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP. Beliau berharap bahwa kolaborasi yang terjalin dapat memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian, serta mendukung pengembangan kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan global dan kemajuan teknologi.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan atas kerjasama yang telah terjalin. Sebagai simbol penghargaan, kedua belah pihak juga melakukan pertukaran cinderamata, yang menjadi wujud dari hubungan baik yang diharapkan dapat terus berkembang di masa depan. Melalui kegiatan benchmarking kurikulum ini, diharapkan Program Studi Teknologi Pangan UT dapat terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi terkini, serta semakin mempererat kerjasama dengan UNDIP untuk kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang teknologi pangan yang unggul dan berdaya saing global.






