Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan FST UT Raih Penghargaan 1st Best Paper dalam The 3rd ISST 2023 International Seminar

Salah satu mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka (FST-UT), Shandra Silvia Nugraha mendapat penghargaan 1st Best Paper untuk kategori Mahasiswa dalam kegiatan The 3rd International Seminar of Sains and Technology (ISST 2023) yang diselenggarakan oleh FST-UT. Seminar ini diselenggarakan oleh FST-UT pada hari Kamis, 19 Oktober 2023 yang dilaksanakan secara hybrid yaitu secara luring di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan The 3rd ISST ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh FST-UT untuk mewadahi para civitas akademika dalam mendiseminasikan produk akademik berupa karya/hasil penelitian. Seminar ISST tahun ini mengusung tema “Trends in Science and Technology for Sustainable Living”. Kegiatan seminar ini menghadirkan Keynote Speakers yaitu Ibu Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si. (Rektor IPB University). Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Plenary Speakers dari berbagai negara yaitu Prof. Panuwat Suppakul (Professor in Packaging and Materials Technology Department, Faculty of Agro-Industry, Kasetsart University, Thailand), Prof. Deden Rukmana (Professor and the chairperson of the Department of Community and Regional Planning at Alabama A&M University), Robert Smith (Director of Higher Education & eResearch Microsoft APAC), Dr. Vita Elysia, S.T., M.Sc.  (Lecturer of the Urban and Regional Planning Study Program, Faculty of Science and Technology, Universitas Terbuka), dan Prof. Mag. Dr. rer. Nat Erika Hausenblas (Professor Applied Mathematics at the Montan Universität Leoben).

Saudari Shandra mempresentasikan artikel hasil penelitian yang berjudul “Physical and organoleptic quality characteristics of ice cream made from Arabica coffee grounds”. Artikel ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya coffee shop atau kedai kopi yang menjadi tren minuman di kalangan pecinta kopi generasi milenial. Akan tetapi, semakin berkembangnya kedai kopo tentu berdampak pada banyaknya ampas kopi yang dihasilkan dari setiap kedai kopi. Ampas kopi umumnya terbuang dan tidak termanfaatkan. Padahal, ampas kopi memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai bahan tambahan pangan yaitu penambah aroma kopi pada produk es krim. Berdasarkan hasil organoleptik, es krim dengan penambahan bubuk ampas kopi secara keseluruhan disukai oleh panelis yang merupakan pecinta kopi.

Penulis: Rina Rismaya

© Fakultas Sains dan Teknologi - UT