Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Prodi Teknologi Pangan, FST-UT

Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat penting dalam sebuah proses pendidikan. Dalam menyusun kurikulum, Program Studi harus menyesuaikan diri dengan perkembangan mutakhir saat ini dan mengantisipasi perkembangan di masa depan agar lulusan memiliki kompetensi yang diharapkan dan mampu diserap oleh pengguna lulusan. Selain itu, penyusunan kurikulum harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI), serta menyelaraskan dengan kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengenai sistem pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam kebijakan MBKM, mahasiswa diberikan hak belajar maksimum tiga semester di luar program studi, yaitu: 1) program studi yang berbeda pada perguruan tinggi yang sama; 2) program studi yang sama di luar perguruan tinggi; 3) program studi yang berbeda di luar perguruan tinggi; 4) berbagai bentuk aktivitas di luar perguruan tinggi sebagai pembelajaran MBKM.

Dalam rangka merespon perubahan kebijakan dalam Pendidikan Tinggi di Indonesia, Prodi Teknologi Pangan, FST-UT yang merupakan satu-satunya Program Studi Teknologi Pangan di Indonesia dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, memiliki tantangan tersendiri dalam menyusun kurikulum. Dengan kondisi ini, Prodi Teknologi Pangan, FST-UT dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum tentu memerlukan penelaahan dan masukan dari pakar asosiasi di bidang teknologi pangan dan pengelola program studi teknologi pangan serta praktisi di industri pangan. Maka dari itu, Program Studi Teknologi Pangan, FST-UT menggelar kegiatan workshop evaluasi dan pengembangan kurikulum selama tiga hari (15-17 September 2022) melalui luring di Hotel Grand Whiz Poins Simatupang Jakarta dan daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Workshop reanalisis kurikulum ini mengundang pakar dari perwakilan program studi teknologi pangan dan asosiasi Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) yaitu Bapak Prof. Dr. Feri Kusnandar, dan praktisi di Industri pangan yaitu Bapak Susilo Priyatno, S.TP. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 12 dosen di Prodi Teknologi Pangan, FST-UT. Dalam kegiatan workshop ini para pemangku kepentingan yaitu pakar asosiasi dan pengelola program studi teknologi pangan serta praktisi industri pangan melakukan penelaahan terhadap rancangan reanalisis kurikulum yang telah disusun oleh Prodi Teknologi Pangan FST-UT. Proses penelaahan dilakukan berdasarkan berbagai aspek yang terkait dengan kebutuhan kompetensi lulusan agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, dan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang mengakomodir era revolusi Industri 4.0, serta penerapan pendidikan abad 21 yaitu Outcome-Based Education (OBE).

Kegiatan workshop evaluasi dan pengembangan kurikulum Prodi Teknologi Pangan, FST-UT Alhamudlillah dapat terselenggara dengan sangat baik. Dari hasil kegiatan, terdapat banyak masukan dari pakar asosiasi dan pengelola program studi teknologi pangan serta praktisi industri pangan. Adapun masukan tersebut mencakup beberapa hal diantaranya Program Studi FST-UT dapat menambahkan capaian pembelajaran inti untuk membangun kekhasan atau kekhususan sendiri. Selain itu, para pakar menelaah rancangan reanalisis kurikulum Prodi Teknologi Pangan terhadap profil lulusan program studi Teknologi Pangan yang berdasarkan asosiasi PATPI dapat meliputi pekerjaan di bidang industri pangan, food related industry, kewirausahaan dan instansi pemerintah, kompetensi yang dibutuhkan oleh profil lulusan di bidang ilmu dan teknologi pangan,  capaian pembelajaran lulusan (CPL) program sarjana di bidang ilmu dan teknologi pangan, Capaian Pembelajaran Inti (CPI), Ranah Kompetensi dan cakupan Bidang Kajian ilmu dan teknologi pangan, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), struktur mata kuliah, perhitungan bobot sks praktikum, perhitungan persentase teori dengan praktikum, dan menelaah matriks hubungan CPL dengan CPMK. Secara keseluruhan, rancangan reanalisis kurikulum yang telah disusun oleh Prodi Teknologi Pangan sudah baik, namun perlu melakukan revisi dengan mengakomodir masukan-masukan yang telah diberikan oleh pakar asosiasi dan pengelola program studi teknologi pangan serta praktisi industri pangan.

Penulis: Rina Rismaya

© Fakultas Sains dan Teknologi - UT